May 29, 2013

Second Day: Sentosa Island

Sentosa Island memiliki 4 buah stasiun MRT; Sentosa Station, Waterfront Station, Imbiah Station, dan Beach Station. Sentosa Station adalah stasiun pertama, yaitu yang berada di VivoCity. Waterfront Station adalah stasiun yang harus kalian singgahi jika ingin pergi ke Universal Studio Singapore (USS). Imbiah Station adalah stasiun yang bersebelahan dengan patung Merlion raksasa—jika kalian mau foto di patung Merlion raksasa, kalian dapat turun di stasiun ini. Selanjutnya adalah Beach Station, stasiun terakhir. Kalau kalian berniat menonton Song of The Sea atau ingin bermain di pantai, kalian dapat turun di stasiun ini.
Perjalan pertama kami pun dimulai dengan turun di Waterfront Station. Memang tidak ada rencana ke USS tapi kami berniat foto di depan bola raksasa USS biar eksis hehe. Kami juga penasaran dengan Candylicious, toko permen yang ornamen permennya tergantung di atapnya.


Candylicious

Depan bola USS (cari gratisan)

I'll be back
Setelah puas foto-foto di halaman depan USS dan sekitarnya, kami pun melanjutkan perjalanan dengan menggunakan MRT. Tujuan kami selanjutnya adalah berfoto di patung Merlion raksasa yang terletak di Imbiah Station. Selain patung Merlion raksasa, di sekitar itu juga terdapat ukiran kayu besar yang bertuliskan Sentosa. Susah sekali mendapati tulisan Sentosa itu dalam keadaan kosong karena ada saja orang yang berfoto di situ.

Patung Merlion Raksasa

Nemu space kosong!!!

Pada awal rencana, kami ingin bermain di sekitar pantai dan mencoba naik Beach Tram, sejenis kereta gandeng yang seperti di mall-mall yang dinaiki anak kecil. Tapi ternyata, turis yang ingin naik Beach Tram sangat berjibun. Ngantrenya melebihi antre BBM. Kami pun mengurungkan niat untuk mencoba Beach Tram.
Oh ya, bagi para muslim, di Beach Station terdapat mushola loh. Kalian tinggal turun ke basement Beach Station (kalau bingung, tanya mbak-mbak loket MRT). Setelah selesai solat, saya dan Anas kembali kelaparan. Ternyata di dekat Beach Station, ada stan Old Chang Kee, gorengan khas Singapore—nugget dan sosis. Sembari istirahat, kami pun nyemil-nyemil cantik dan membeli beberapa gorengan Old Chang Kee.
Karena cuaca semakin panas dan waktu yang terus berjalan, akhirnya kami memutuskan untuk membatalkan main di pantai. Kami pun langsung melanjutkan ke destinasi berikutnya. Sebenarnya saya kurang puas bermain di Sentosa Island. Saya dan Anas berjanji jika ke Singapore lagi, kami akan meluangkan satu hari penuh di Sentosa Island. Kami akan mengunjungi USS dan menonton Song of The Sea.

Second Day: Rehat di VivoCity


Sesuai saran dari teman kantor saya, setelah mengunjungi Botanic Garden, saya dan Anas dapat langsung naik MRT menuju VivoCity, gerbang utama menuju Sentosa Island—destinasi selanjutnya adalah Sentosa Island— ,tanpa transit lagi. Dari Botanic Garden Station, kami hanya tinggal duduk manis di dalam MRT hingga stasiun terakhir, yakni Harbour Front Station, tempat di mana VivoCity berada. Uniknya, setiap stasiun MRT yang kami singgahi selalu tepat berada di bawah tanah mall yang ada di sekitarnya sehingga tidak perlu jalan keluar lagi.
VivoCity adalah sebuah mall besar sekaligus jalan masuk menuju Sentosa Island—bagi mereka yang akan menggunakan MRT khusus masuk ke Sentosa Island (kalau kata Anas lebih mirip MRT yang ada di TMII). Sebelum kami melanjutkan perjalanan, kami mengisi perut dahulu di foodcourt VivoCity. Karena tidak banyak pilihan, saya pun memilih ayam penyet sebagai menu makan siang saya. Dan saya jamin, kali ini halal karena penjualnya mengenakan kerudung dan juga ada logo halal di depan kasirnya. Selain itu pula, ibu-ibu kasirnya dapat berbahasa Indonesia (pasti ini orang Indonesia yang sedang mencari nafkah di Singapore).
Setelah terisi tenaga, kami pun bergegas menuju MRT Station arah Sentosa Island yang berada di lantai 4 (atau 5 gitu, saya lupa) VivoCity. Sebelum itu, jangan lupa membeli tiket masuknya. Cuma $3.5 saja—naik setengah dollar dari perkiraan saya. Oh ya, bagi kalian yang punya EZ-Link, kalian tidak perlu membeli tiket masuk. Cukup tap saja—berhubung saya dan Anas membelinya STP jadi harus bayar.
Pada awalnya, kami berencana ingin masuk Sentosa lewat Sentosa Boardwalk, sejenis jembatan yang menghubungkan VivoCity dengan Sentosa. Bayarnya juga lebih murah, yakni $1 saja. Tapi karena panas dan capek, kami malas jalan dan lebih memilih naik MRT.


Tiket masuk Sentosa Island

Second Day: Hijau-hijau di Botanic Garden

Rencana ke Singapore Botanic Garden sebelumnya tidak ada di itinerary tetapi hasil saya ‘berguru’ ke teman kantor, saya disarankan untuk mengunjungi tempat ini. Katanya, dulu Botanic Garden tidak memilik stasiun MRT tetapi sekarang sudah dibangun. Dari Bugis Station, kami pun naik MRT untuk transit di Buona Vista Station, lalu menyambung hingga ke Botanic Garden Station.
Sesampainya di sana, mata kami langsung dimanjakan oleh pemandangan serba hijau. Kalau diibarat katakan, Botanic Garden sama seperti Kebun Raya Bogor tapi bedanya Botanic Garden tidak ada tiket masuk alias gratis dan mungkin lebih terawat sepertinya. Banyak tanaman-tanaman yang diberi papan nama seperti di Kebun Raya Bogor. Selain itu, tempat ini juga dijadikan sarana jogging para penduduk di sana.