July 23, 2013
November 4, 2012
Puisi Hujan part 1
@nulisbuku kan ku goreskan memori dengan pena air hujan di atas tanah liat ini #puisihujan
— Dika H Sadiah (@dikasadiah) November 4, 2012
@nulisbuku seberkas rindu dalam setetes air mata ini telah terkamuflase dengan sebutir air hujan yang turun #puisihujan
— Dika H Sadiah (@dikasadiah) November 4, 2012
@nulisbuku jika hujan ini berlanjut hingga malam, akankah pelangi dan bintang dilukiskan dalam satu kanvas semesta yang sama? #puisihujan
— Dika H Sadiah (@dikasadiah) November 4, 2012
October 14, 2012
Sastra Time part 1
Bila pagi esok tak tampak, izinkan senyumnya membuat cela pada pekatnya malam hari ini #sastratime
— Dika H Sadiah (@dikasadiah) May 21, 2012
Berputar yg menurut kau tak pasti pada akhirnya akan mengantarkan kita pada sebuah simpul, dimana keterhubungan akan selalu ada #sastratime
— Dika H Sadiah (@dikasadiah) May 21, 2012
Bulan tetap menerangi malam namun cahayanya kabur menjadi semu. Seperti kau dan senyuman kesedihan tersembunyimu #sastratime
— Dika H Sadiah (@dikasadiah) September 26, 2012
Tiada hamparan sinar mentari di bukit kebisuan, yang ada hanya jejak bekas sinar rembulan yang tak nampak lagi #sastratime
— Dika H Sadiah (@dikasadiah) October 13, 2012
July 14, 2012
I am
I'm a million contradictions
Sometimes I make no sense
Sometimes I'm perfect
Sometimes I'm a mess
Sometimes I'm not sure who I am
Hillary Duff (I am)
June 17, 2012
Follow Your Heart
whoever made them had to change the rules that came before
so make your own way show the beauty within
when you follow your heart there's no heart you can't win
so reach for the sky it's not as high as it seems
just follow your heart go as far as your dreams
dare if you want to, don't fear the fall
take a chance, it's better than to never chance it all
there's a world full of changing and you've just begun
don't let them tell you it's simply not done
when you follow your heart you'll shine bright as the sun
Cinderella II (Dreams Come True)
May 21, 2012
Rinai Hujan
Kami selalu bertegur sapa dalam kesenyapan malam. Mengakrabi nyinyir angin yang mengganggu kemesraan kami dengan embusannya. Kadang ia membisikkan kegelisahan yang memagutku sampai aku menelusup di balik selimut.
Aku tahu, diriku bukanlah tentang segalanya ketika dia memanggangku dengan sinar matanya hingga aku mengabu tak bersisa.
Wahai, siapakah pemilik muslihat penuh dusta ini hingga menghilangkan kedirianku, mengusikku saat mencari kedalaman kelam pada langit malam.
Aku hanya rinai hujan yang tak akan pernah sampai padanya, pada bulan, pada bintang. Hanya kembali pada bumi.
~Farah Hidayati (Rumah Tumbuh)~
May 13, 2012
Kugy's poetry with little revision
Aku mencintainya
Di depannya aku menjadi diriku sendiri
Seperti air-Mu yang selalu membawa semua pesanku
Dia pun begitu, membuatku hanyut oleh sorot matanya
Membuatku lupa oleh kesederhanaan suaranya
Sampai aku tak bisa katakan apa-apa padanya
Bahkan untuk sekadar bilang rindu atau butuh
Banyak yang tidak mengerti kalau terluka kan saling menyalahkan
Karena itu aku takut bicara tentang hati, maka aku tuliskan saja
Lalu ku simpan dan mungkin ku kirimkan ke entah kemana